Biografi Tokoh Politik Ferdinand Hutahaean

Ferdinan Hutahaean, Lahir di kota Hutahaean pada Tahun 1997 Tanggal 18 September, Ferdinan Hutahaean adalah salah satu tokoh politikus yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia, yang tadinya pendukung dari Presiden Jokowi sekarang menjadi rival.

Kadiv Advokasi dan hukum partai DPP demokrat, Ferdinand Hutahean memberikan alasannya mengapa pada pemilu 2019 mendatang dirinya tidak lagi ada di pihak pasangan calon Presiden dan wakil Presiden Joko Widodo- Amin Ma’ruf.

Dunia Politik

Pada hal tersebut Ferdinand menjelaskan pada saat menghadiri sebuah acara televisi yang berjudul Mata Najwa di Episode Barisan Para Mantan . Pembawa acara Najwa Shihab menjelaskan pada tahun 2014 lalu Ferdinand Hutahaean merupakan pendukung keras Presiden Jokowi.

Najwa menannyakan kepada Ferdinand Hutahaean beberapa pertanyaan, apa yang menjadi satu alasan dirinya yang membelokkan dukungan kepada calon presiden Indonesia Prabowo Subianto, tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut, Ferdinand justru memulai bercerita tentang Jokowi.

Ferdinand Hutahaean berkata ” Ya inilah Politik dan satu dinamikanya, Saya dulu mengenal Pak Jokowi sejak beliau datang ke kota Jakarta membawa Mobil Esemka, Waktu itu kita masih berbicara di taman Proklamasi, pada saat itulah saya mengenal sosok Jokowi”.

 

Pertemuan Penting

Ferdinand Hutahaean menjelaskan jika pertemuan pertamanya dengan presiden Jokowi, Ferdinand merasa jika Presiden Jokowi mengerti ajaran yang di turunkan oleh Presiden pertama di Indonesia yaitu, Ir. Soekarno.

ferdinand hutahaean

Setelah Ferdinand Hutahaean menceritakan tentang awal pertemuannya dengan Presiden Jokowi, Ferdinand baru mulai membicarakan alasan kenapa dirinya tidak lagi ada di pihak Presiden indonesia ini.

Ferdinand Hutahaean bahkan menyampaikan jika dirinya mencermati bagaimana penyusunan dari sebuah Kabinet yang dilakukan oleh presiden Jokowi. Dari hal tersebut Ferdinand Hutahaean mengakui jika dirinya ragu dengan langkah yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Suatu alasan yang diberikan oleh seorang Ferdinand Hutahaean ini juga mendapatkan sebuah tanggapan dari Kapitra Ampera, yang mempunyai status jabatan sebagai calon Legislator dari Partai PDI perjuangan.

Referensi bacaan biografi: dbiografi.com

Merasa hal tersebut yang disampaikan oleh mantan pengacara Rizieq Shibab tersebut tidak benar adanya, Ferdinand Hutahaean melontarkan sebuah pembelaan berbunyi. ” Pada saat penyusunan kabinet saya memprotes beliau dikarenakan banyak orang yang saya anggap tidak seharusnya ada.

Terkait permasalahan tersebut, yang disampaikan oleh Ferdinand Hutahaean terkait keraguannya pada presiden Indonesia Jokowi, Ferdinand lantas menegaskan bahwa saat ini dirinya tidak mempunyai harapan lagi terhadap Presiden Jokowi.

 

Keputusan

Seorang Ferdinand Hutahaean memilih sikap walk out (pergi) pada saat presiden Jokowi berpidato pada acara Rapimnas partai Demokrat pada hari sabtu tanggal 10 maret tahun 2018. Meski melakukan nya secara diam-diam, Ferdinand kemudian meninggalkan acara tersebut.

Dengan kata lain, Ferdinand Hutahaea akan tetap berada di partai Demokrat sekaligus mempertahankan posisinya sebagai lawan politik dari Presiden Jokowi. Pembicaraan Ferdinand menjadi gambaran hampir utuh dari sikap SBY dalam menentukan arah koalisi partai Demokrat.

Ini adalah sebuah Konsekuensi sikap dari Ferdinand Hutahaea yang telah terang-terangan menunjukan sikap perbedaan politiknya di hadapan Presiden Jokowi. Mundur dari kepengurusan partai Demokrat sehingga menghilangkan beban politik sekaligs dan kesan negatif di publik.

Cuitan Ferdinand yang sangat di ingat oleh publik dan masyarakat, yaitu. ” Saya seorang ddiri lebih mampu dan lebih mempunyai kapasitas untuk urus negara Indonesia dibandingkan dengan Presiden Jokowi.

Sebelumnya Ferdinand Hutahaea mengkritik Presiden Jokowi dikarenakan telah membadingkan sebuah pembangunan infrastruktur Indonesia dengan negara China. Ferdinand Hutahaea menilai Negara China mempunyai kondisi yang berebeda dengan Indonesia

About The Author