Fungsi Hadrah Yang Belum Anda Ketahui

FUNGSI HADROH DI TENGAH MASYARAKAT WONOKROMO

A. Kesenian Hadroh

Seni dan Islam tidak dapat dipisahkan, satu serupa lainnya saling berkaitan. Islam tidak dulu melarang orang yang mengidamkan berkarya seni, jikalau tujuannya untuk syiar Islam atau untuk dakwah serta tidak menyimpang berasal dari hukum Islam. Seni itu indah dan Islam itu termasuk indah. Allah adalah Zat yang amat indah dan Dia menyukai yang indah-indah. Islam berkembang pesat lebih-lebih di pulau Jawa termasuk melalui kesenian. Dengan ilmu hidup jadi mudah, dengan seni hidup jadi indah.

Salah satu Kesenian Islam adalah kesenian Hadroh. Kesenian Hadroh merupakan pembacaan sholawat Nabi yang diiringi dengan rebana. Jadi akar berasal dari kesenian hadroh ini adalah pembacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. di Dusun Wonokromo kesenian Hadroh ini kebanyakan dimainkan oleh empat orang sebagai penabuh rebana dan satu orang sebagai vokal. Kesenian Hadroh di Dusun Wonokromo tidak mengfungsikan alat musik yang lain seperti Gendang, Piano, suling dan lain sebagainya, Hal ini gara-gara para tokoh agama penduduk Wonokromo melarang mereka untuk mengfungsikan alat-alat musik selain rebana.

Baca Juga: Jual Hadrah

Unsur-unsur yang terutama dalam kesenian Hadroh adalah antara lain sebagai berikut:

1. Vokal

Di dalam kesenian Hadroh yang menadi vokal kebanyakan orang yang mempunyai suara yang bagus. Seperti di dalam kesenian Hadroh Sabilal Muhtadin Wonokromo orang yang disuruh jadi vokal adalah orang-orang yang pintar melantunkan ayat-ayat Al-Quran denan kata lain orang yang dapat qori’.

2. Alat Musik/Rebana

Di dalam kesenian Hadroh alat musik/instrumen yanmg digunakan berupa rebana, penduduk Wonokromo lebih-lebih menyebutnya terbang. Dalam kesenian Hadroh rebana/terbang ini pada dasarnya hanya berjumlah empat buah dengan ukuran yang sama, dan dimainkan oleh empat orang dengan tabuhan/ketukan yang berbeda-beda yang jikalau disatukan menimbulkan suara yang indah. Pada zaman saat ini banyak kelompok Hadroh yang memberikan alat musik lainnya seperti Bass, Piano, dan lain sebagainya.

3. Lagu

Lagu-lagu yang digunakan dalam kesenian Hadroh kebanyakan disita berasal dari kitab-kitab dan buku-buku kumpulan Qasidah, seperti kitab Simthud Duror, Al Barzanji, kumpulan Qasidah Islamiyah, dan lain sebagainya. Walaupun kadang waktu lagu-lagu yang digunakan sama, bakal tapi irama yang digunakan setiap kelompok Hadroh berbeda-beda, lebih-lebih kesenian-kesenian Hadroh yang berada di daerah pesisir selatan mengfungsikan irama yang bermacam-macam, seperti irama padang pasir, irama campur sari, Dangdut, dan kadang waktu mereka menciptakan irama sendiri. Hal ini gara-gara sehingga orang-orang yang mendengarkan tidak jenuh atau bosan, gara-gara mendengarkan irama yang monoton hanya itu-itu saja.

Dibawah ini penyusun bakal memberikan perumpamaan lagu-lagu yang biasa digunakan dalam kesenian Hadroh, antara lain sebagai berikut :

Orang Islam pada dasarnya udah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk membacakan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. pembacaan sholawat ini merupakan sebagai bentuk bentuk rasa cinta mereka kepada nabi. Dasar bahwa orang islam diperintahkan untuk membaca sholawat kepada nabi adalah Ayat Al-Quran dan Al-Hadits.

Firman Allah SWT. dalam surat Al-Ahzab ayat 56 :

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النًّبِىِّ يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

Artinya : Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya serupa mendo’akan rahmat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman bacalah shalawat dan salam untuk Nabi.(QS. Al-Ahzab:56)

Hadits Rasulullah SAW.

اَوْلَى النَّاسِ بِىْ يَوْمَ القِيَامَةِ اَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً. (رواه الترمذى)

Artinya : orang yang terdekat kepadaku pada hari kiamat, ialah orang yang paling banyak membaca shalawat untukku.

Hadits Rasulullah SAW.

مَنْ صَلَّى عَلىَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ( رواه مسلم )

Artinya : Siapa yang membacakan sholawat untukku satu kali, maka Allah bakal menurunkan rahmat kepadanya sepuluh kali.
Ayat Al-Quran di atas merupakan dalil perintah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. dan perintah pada dasarnya tunjukkan wajib. Jadi menurut imam Syafi’i membacakan sholawat untuk Nabi Muhammad di dalam sholat adalah wajib.

Secara makna Ayat Al-Quran berikut di atas terbagi jadi dua, yang pertama Allah memberikan sebuah kabar atau berita kepada kami bahwa Dia Allah dan Malaikat-Nya membacakan Sholawat untuk Nabi, yang kedua Allah memerintahkan kepada kami untuk membacakan Sholawat kepada Nabi. Pengertian Allah membaca Sholawat kepada Nabi adalah Allah memberikan rahmat dan kasih saying-Nya kepada Nabi, jikalau berasal dari Malaikat bermakna memintakan ampunan, dan jikalau berasal dari orang-orang mukmin bermakna berdoa sehingga diberikan rahmat oleh Allah.

Baca Juga: Jual Karpet Masjid

Jadi, pada dasarnya ucapan atau bacaan sholawat Nabi dibaca oleh orang Islam dalam sholat lima waktu, sholat Jum’at, Sholat I’d, Khotbah, Ceramah, Dakwah, Berdo’a, dan sebagainya. Akan tetapi, jikalau memandang berasal dari hadits Nabi di atas, maka membaca sholawat tidak hanya dalam pas spesifik saja, tapi kami disarankan untuk memperbanyak membaca sholawat, gara-gara makin banyak orang membaca sholawat maka makin dekat kepada Nabi.

Disamping itu, tersedia termasuk bacaan sholawat yang digubah oleh para ulama untuk mengagungkan Nabi, seperti bacaan sholawat dalam kitab Al-Burdah karya Al-Budini, dalam kitab Al-Barzanji dan Simthu Dluror. Buku-buku ini berisi peristiwa hidup Nabi Muhammad berasal dari seka kecil hingga beliau wafat yang disertai dengan pujian dan sanjungan kepada beliau dengan style bhs yang indah. Kitab-kitab ini kebanyakan banyak dibaca pada acara Maulid Nabi, Sunatan, Akikah. Lagu-lagu dalam kesenian Hadroh kebanyakan disita berasal dari kitab-kitab tersebut, sesudah itu diriringi dengan tabuhan rebana, sehingga lebih indah dan sedap didengarkan.

About The Author