Mitos Kesehatan Tentang Mie dan Bayam

Sering kita mendengar berbagai perkataan orang tua ,tentang mitos kesehatan. Tapi di zaman sekarang yang lebih maju, apakah mitos kesehatan tentang mie dan bayam terbukti secara ilmiah sebelum itu baca dulu 3 Tips Alami Mengatasi dan Mencegah Ketombe untuk menambah wawasan mu tentang rambut.

Mitos Kesehatan Tentang Mie

Banyak orang yang percaya bahwa mi instan mengandung lapisan lilin untuk membuatnya lebih tahan lama. Tetapi, kami tidak menemukan “pemakaian lilin” di dalam langkah-langkah pembuatan mi instan, yang ada hanya lah penggorengan hingga kering (deepfried). Karena itu, mi instan mengandung lilin hanyalah mitos belaka. Namun, penggorengan ini tetap saja membuat mi instan kaya lemak jenuh sehingga tidak baik dikonsumsi berlebihan.

Ada lho cara menyiasati mi instan menjadi lebih sehat. Kurangi penggunaan bumbu mi untuk mengurangi asupan garam harian Anda. Konsumsilah mi instan dengan banyak sayuran, misalnya sawi atau bayam. Lebih baik lagi bila mi juga dipadukan dengan sumber protein seperti telur. Ingin lebih sehat? Pilih mi instan yang dioven (air dried), bukan digoreng. Rasanya tidak kalah lezat dengan yang digoreng, dan pastinya lebih sehat.

Mitos Kesehatan Tentang Bayam

Awalnya, kepercayaan ini timbul karena bayam adalah sayuran yang kaya akan nitrat, dan katanya pemanasan yang terlalu sering akan mengubah senyawa nitrat menjadi zat penyebab kanker. Namun, nitrat merupakan senyawa yang stabil sehingga tidak mungkin berubah akibat pemanasan. Selain itu, pengujian terhadap manusia menunjukkan bahwa mengonsumsi sayuran kaya nitrat tidak menyebabkan kanker dan penyakit mengerikan lainnya. Walaupun begitu, kami tidak menyarankan untuk memanaskan sayur bayam hingga dua kali karena proses pemanasan dapat mengurangi kandungan vitamin di dalam bayam.

Itulah secuplik dari berbagai mitos kesehatan yang menghantui kita dizaman kecil nan indah dulu kata danta-article. Semoga saja tambah ilmu ya.

About The Author